Jl. Cipinang Elok II | Kel. Cipinang Muara, Kec. Jatinegara, Jakarta Timur. Telp. 8196452

Senin, 14 Oktober 2013

Dasar Dasar Pengetahuan

DASAR DASAR PENGETAHUAN 


Oleh : Jujun S. Suriasumantri



2. Penalaran

Menurut Andi Hakim Nasoetion, dalam sebuah ceramahnya di depan layar televisi, sekiranya binatang mempunyai kemampuan menalar, maka bukan harimau Jawa yang sekarang ini akan di lestarikan supaya jangan punah, melainkan manusia Jawa. Usaha pelestarian itu dipimpin oleh Menteri PPLH (Pengawasan Pembangunan dan Lingkungan Hidup) yang bukan bernama Emil Salim melainkan seekor harimau yang bergelar professor. Dengan cakarnya, dengan taringnya, dengan kekuatannya, demikian kira kira ujar ilmuwan yang penuh humor ni,” harimau adalah jelas bukan tandingan manusia.” 

   Kemampuan menalar ini menyebabkan manusia mampu mengembangkan pengetahuan yang merupakan rahasia kekuasaan kekuasaannya. Secara simbolik manusia memakan buah pengetahuan lewat Adam dan Hawa dan setelah itu manusia harus hidup berbekal pengetahuan ini. Dia mengetahui man yang benar dan mana yang salah, mana yang baik dan mana yang buruk, serta mana yang indah dan mana yang jelek. Secara terus menerus dia dipaksa harus mengambil pilihan: mana jalan yang benar mana jalan yang salah, mana tindakan yang baik mana tindakan yang buruk, dana apa yang indah dan apa yang jelek. Dalam melakukan pilihan ini manusia berpaling kepada pengetahuan. 1) 

   Manusia adalah satu satunya makhluk yang mengembangkan pengetahuan ini secara sungguh sungguh. Binatang juga mempunyai pengetahuan ini secara sungguh sungguh. Binatang juga mempunyai pengetahuan, namun pengetahuan ini terbatas untuk kelangsungan hidupnya (survival). Seekor kera tahu mana buah jambu yang enak. Seorang anak tikus tahu mana kucing yang ganas. Anak tikus ini tentu saja di ajari induknya untuk sampai pada pengetahuan bahwa kucing itu berbahaya. Tetapi juga dalam hal ini, berbeda dengan tujuan pendidikan manusia, anak tikus hanya di ajari hal hal yang menyangkut kelangsungan hidupnya. 

       Manusia mengembangkan pengetahuannya mengatasi kebutuhan kelangsungan hidup ini. Dia memikirkan hal hal baru, menjelajah ufuk baru, karena dia hidup bukan sekedar untuk kelangsungan hidup, namun lebih dari itu. Manusia mengembangkan kebudayaan; manusia memberi makna pada kehidupan; manusia “memanusiakan” diri dalam hidupnya; dan masih banyak lagi pernyataan semacam ini: semua itu pada hakikatnya menyimpulkan bahwa manusia itu dalam hidupnya mempunyai tujuan tertentu yang lebih tinggi dari sekedar kelangsungan hidupnya. Inilah yang menyebabkan manusia mengembangkan pengetahuannya; dan pengetahuan ini jugalah yang mendorong manusia menjadi makhluk yang bersifat khas di muka bumi ini. 

   Pengetahuan ini mampu di kembangkan manusia di sebabkan dua hal utama yakni, pertama, manusia mempunyai bahasa yang mampu mengkomunikasikan informasi dan jalan fikiran yang melatarbelakangi informasi tersebut. Seekor beruk bisa saja memberikan informasi kepada kelompoknya bahwa ada segerombolan gorilla datang menyerang; namun bagaimana berkembang bahasanya, dia tidak mampu mengkomunikasikan kepada beruk beruk lainnya, jalan fikiran yang analitis mengenai gejala tersebut. Tak ada seekor anjingpun, kata Bertrand Rusell, yang berkata kepada temannya, “ayahku miskin namun jujur.” Kalimat ini berasal dari drama Shakespeare yang terkenal. Dan tak ada seekor anjingpun, sambung Adam Smith yang secara sadar tukar-menukar tulang dengan temannya. Adam Smith dalam hal ini berbicara tentang prinsip ekonomi, yakni proses pertukaran yang dilakukan Homo Oeconomicus yang mengembangkan pengetahuan berupa ilmu ekonomi. 

      Sebab kedua, yang menyebabkan manusia mampu mengembangkan pengetahuannya dengan cepat dan mantap, adalah kemampuan berfikir menurut suatu alur kerangka berfikir tertentu. Secara garis besar cara berfikir seperti ini disebut penalaran. Binatang mampu berfikir namun tidak mampu berfikir nalar. Perbedaan utama antara seorang professor nuklir dengan anak kecil yang membangun bom atom dari pasir di-playgroup-nya tempat dia melakukan riset terletak pada kemampuannya dalam menalar. Instink binatang jauh lebih peka dari instink seorang insinyur geologi; mereka sudah jauh jauh berlindung ke tempat yang aman sebelum gunung meletus. Namun binatang tak bisa menalar tentang gejala tersebut: mengapa gunung meletus, faktor apa yang menyebabkannya, apa yang dapat di lakukan untuk mencegah semua itu terjadi. 

       Dua kelebihan inilah yang memungkinkah manusia mengembangkan pengetahuannya yakni bahasa yang bersifat komunikatif dan pikiran yang mampu menalarr. Sudah barang tentu semua pengetahuan tidak berasal dari proses penalaran: sebab berpikir pun tidak semuanya berdasarkan penalaran. Manusia bukan semata-mata makluk berpikir: sekedar homo sapien yang steril. Manusia adalah makluk yang berpikir, merasa, mengindera, dan totalitas pengetahuannya berasal dari ketiga sumber tersebut, disamping wahyu: yang merupakan komunikasi Sang Pencipta dengan makluknya. 

      "Memang penalaran otak orang luar biasa,” simpul cendikiawan Bos Bubalus membacakan makalahnya (di klinik Fakultas Kedokteran Hewan, Jalan Taman Kencana, Bogor), meskipun penelitian kami menunjukkan, bahwa secara kimia dan fisika, otak kerbau mirip otak manusia..........”2) 

    Jadi otak Taufiq Ismail yang pernah menghuni Taman Kencana, Bogor enak juga di goreng juga kalau begitu. 

Hakikat Penalaran 


Penalaran merupakan suatu proses berpikir dalam menarik sesuatu kesimpulan berupa pengetahuan. Manusia pada hakikatnya merupakan mahluk yang berpikir, merasa, bersikap, dan bertindak. Sikap dan tindakan yang bersumber pada pengetahuan yang didapatkan lewat kegiatan merasa atau berpikir. Penalaran menghasilkan pengetahuan yang dikaitkan dengan kegiatan berpikir dan bukan dengan perasaan, meskipun demikian patut kita sadari bahwa tidak semua kegiatan berfikir menyandarkan pada penalaran. Jadi penalaran merupakan kegiatan berpikir yang mempunyai karakteristik tertentu dalam menemukan kebenaran. 

    Berpikir merupakan suatu kegiatan untuk menemukan pengetahuan yang benar. Apa yang disebut benar bagi tiap orang adalah tidak sama maka oleh sebab itu kegiatan proses berpikir untuk menghasilkan pengetahuan yang benar itupun juga berbeda-beda. Dapat dikatakan bahwa tiap jalan pikiran mempunyai apa yang disebut sebagai kriteria kebenaran, dan kriteria kebenaran ini merupakan landasan bagi proses kebenaran tersebut. Penalaran merupakan suatu proses penemuan kebenaran di mana tiap-tiap jenis penalaran mempunyai kriteria kebenaran masing-masing. 

      Sebagai suatu kegiatan berpikir maka penalaran mempunyai ciri-ciri tertentu. Ciri yang pertama ialah adanya suatu pola berpikir yang secara luas dapat disebut logika. Dalam hal ini maka dapat kita katakan bahwa tiap bentuk penalaran mempunyai logika tersendiri. Atau dapat juga disimpulkan bahwa kegiatan penalaran merupakan suatu kegiatan berpikir logis, dimana berpikir logis di sini harus diartikan sebagai kegiatan berpikir menurut suatu pola tertentu atau dengan perkataan lain, menurut logika tertentu. Hal ini patut kita sadari bahwa berpikir logis itu mempunyai konotasi yang bersifat jamak (plural) dan bukan tunggal (singular). Suatu kegiatan berpikir bisa disebut logis ditinjau dari suatu logika tertentu, dan mungkin tidak logis bila ditinjau dari sudut logika yang lain. Hal ini sering menimbulkan gejala apa yang dapat kita sebut sebagai kekacauan penalaran yang di sebabkan oleh tidak konsistennya kita dalam mempergunakan pola berpikir tertentu. 

     Ciri yang kedua dari penalaran adalah sifat analitik dari proses berpikirnya. Penalaran merupakan suatu kegiatan berpikir yang menyandarkan diri kepada suatu analisis dan kerangka berpikir yang dipergunakan untuk analisis tersebut adalah logika penalaran yang bersangkutan. Artinya penalaran ilmiah merupakan kegiatan analisis yang mempergunakan logika ilmiah, dan demikian juga penalaran lainnya yang mempergunakan logikanya tersendiri pula. Sifat analitik ini, kalau kita kaji lebih jauh, merupakan konsekuensi dari suatu pola berpikir tertentu. Tanpa adanya pola berpikir tersebut maka tidak akan ada kegiatan analisis, sebab analisis pada hakikatnya merupakan suatu kegiatan berpikir berdasarkan langkah langkah tertentu. 

        Seperti kita sebutkan terdahulu tidak semua kegiatan berpikir mendasarkan pada penalaran. Berdasarkan kriteria penalaran tersebut di atas maka dapat kita katakan bahwa tidak semua kegiatan berpikir bersifat logis dan analitis. Atau lebih jauh dapat kita simpulkan: cara berpikir yang tidak termasuk ke dalam penalaran bersifat tidak logis dan tidak analitik. Dengan demikian maka kita dapat membedakan secara garis besar ciri- ciri berpikir menurut penalaran dan berpikir yang bukan berdasarkan penalaran. 

          Perasaan merupakan suatu penarikan kesimpulan yang tidak berdasarkan penalaran. Kegiatan berpikir juga ada yang tidak berdasarkan penalaran umpamanya adalah intuisi. Ituisi merupakan suatu kegiatan berpikir yang nonanalitik yang tidak mendasarkan diri kepada suatu pola berpikir tertentu. Berpikir intuitif ini memegang peranan yang penting dalam masyarakat yang berpikir nonanalitik, yang kemudian sering bergalau dengan perasaan. Jadi secara luas dapat kita katakan bahwa cara berpikir masyarakat dapat di kategorikan kepada cara berpikir analitik yang berupa penalaran dan cara berpikir yang nonanalitik yang berupa intuisi dan perasaan. 

         Di samping itu masih terdapat bentuk lain dalam usaha manusia untuk mendapatkan pengetahuan yakni wahyu. Di tinjau dari hakikat usahanya, maka dalam rangka menemukan kebenaran, kita dapat bedakan dua jenis pengetahuan. Yang pertama adalah pengetahuan yang di dapatkan sebagai hasil usaha yang aktif dari manusia untuk menemukan kebenaran, baik melalui penalaran maupun lewat kegiatan lain seperti perasaan dan intuisi. Di pihak lain terdapat bentuk pengetahuan yang kedua, yang bukan merupakan kebenaran yang di dapat sebagai hasil usaha aktif manusia. Dalam hal ini maka pengetahuan yang di dapat itu bukan berupa kesimpulan sebagai produk dari usaha aktif manusia dalam menemukan kebenaran, melainkan berupa pengetahuan yang ditawarkan atau diberikan umpamanya wahyu yang diberikan tuhan lewat malaikat malaikat dan nabi nabinya. Manusia dalam menemukan kebenaran ini bersifat pasif sebagai penerima pemberitaan tersebut, yang kemudian di percaya atau tidak dipercaya, berdasarkan masing masing keyakinannya. 

        Pengetahuan juga dapat kita tinjau dari sumber yang memberikan pengetahuan tersebut. Dalam hal wahyu dan intuisi, maka secara implisit kita mengakui bahwa wahyu (atau dalam hal ini Tuhan yang menyampaikan wahyu) dan intuisi adalah sumber pengetahuan. Dengan wahyu maka kita mendapatkan pengetahuan lewat keyakinan (kepercayaan) bahwa yang di wahyukan itu adalah benar demikian juga dengan intuisi, dimana kita percaya bahwa intuisi adalah sumber pengetahuan yang benar, meskipun kegiatan berfikir intuitif tidak mempunyai logika atau pola berpikir tertentu. Jadi dalam hal ini bukan saja kita berbicara mengenai pola penemuan kebenaran melainkan juga sudah mencakup materi pengetahuan yang berasal dari sumber kebenaran tertentu. 

       Dalam hal penalaran maka kita belum berbicara mengenai materi dan sumber pengetahuan tersebut, sebab seperti kita katakana terdahulu, penalaran hanya merupakan cara berpikir tertentu. Untuk melakukan kegiatan analisis maka kegiatan penalaran tersebut harus diisi dengan materi pengetahuan yang berasal dari suatu sumber kebenaran. Pengetahuan yang dipergunakan dalam penalaran pada dasarnya bersumber pada rasio dan fakta. Mereka yang berpendapat bahwa rasio adalah sumber kebenaran mengembangkan paham yang kemudian disebut rasionalisme. Sedangkan mereka yang menyatakan bahwa fakta yang tertangkap lewat pengalaman manusia merupakan sumber kebenaran mengembangkan paham empirisme. 

       Penalaran yang akan dikaji dalam studi ini pada pokoknya adalah penalaran ilmiah, sebab usaha kita dalam mengembangkan kekuatan penalaran merupakan bagian dari usaha untuk meningkatkan mutu ilmu dan teknologi. Penalaran ilmiah pada hakikatnya merupakan gabungan dari penalaran deduktif dan induktif, di mana lebih lanjut penalaran deduktif terkati dengan rasionalisme, dan penalaran deduktif dengan empirisme. Oleh sebab itu maka dalam rangka mengkaji penalaran ilmiah kita terlebih dahulu harus menelaah dengan seksama penalaran deduktif dan induktif tersebut. Setelah itu di telaah bermacam-macam sumber pengetahuan yang ada yakni rasio, pengalaman, intuisi dan wahyu. Pengetahuan mengenai hakikat hal-hal tersebut memungkinkan kita untuk menelaah hakikat ilmu dengan seksama. 

Sabtu, 05 Oktober 2013

Pentas seni SMPN 52 Jakarta Th. 2013/2014


    Pentas seni SMPN 52 Jakarta Th. 2013/2014

Oleh : Iqbal T


Setelah sukses menggelar lomba 5 hari yang lalu atau yang disebut "52 Mencari Bakat", SMPN 52 Jakarta masih memiliki satu event menarik di penghujung bulan Agustus. Event  tersebut adalah pentas seni. Pentas seni memang menjadi acara tahunan di sekolah ini. Namun, pensi yang digelar kali ini berbeda dari biasanya. Karena pensi kali ini akan menampilkan gabungan atraksi MOS dengan pentas seni untuk pertama kalinya. Selain itu, pensi ini juga dimanfaatkan sebagai sarana pengenalan beberapa macam ekstrakurikuler baru di SMPN 52 Jakarta.

    

  Pensi kali ini bertujuan untuk menarik minat peserta didik baru untuk mengikuti jenis-jenis ekskul yang tersedia.
    Antusiasme peserta didik terhadap pentas seni kali ini sangat tinggi. Masing-masing perwakilan ekskul memperlihatkan penampilan yang sangat menarik. Selain demo dari masing-masing ekstrakurikuler, juga tersedia bazaar dari masing-masing kelas yang menjual berbagai makanan tradisional yang dapat menemani anda saat menikmati atraksi ekstrakurikuler.

Lomba 52 Mencari Bakat

Lomba 52 Mencari Bakat

Oleh : Iqbal T
    
    Setelah menikmati masa liburan yang cukup panjang, SMPN 52 Jakarta berinisiatif untuk mengisi kemerdekaan dengan cara menyelenggarakan perlombaan. Event yang digelar sejak 19 Agustus 2013 hingga 23 Agustus 2013 itu dilaksanakan di lingkungan sekolah. Selain untuk mengisi kemerdekaan, event ini juga bertujuan agar para guru dan peserta didik dapat lebih semangat dalam belajar. Event yang melibatkan para guru dan peserta didik itu berlangsung secara damai, lancar, dan meriah.


Macam-macam perlombaan yang diselenggarakan :

  • Mengupas buah-buahan
  • MTQ
  • Kaligrafi
  • Catur
  • Lari
  • Seni lukis
  • Story telling
  • Adzan
  • Lompat jauh
  • Kording
  • Cerdas cermat
  • Lukis batik
  • Lempar cakram
  • Solo vokal
  • Kebersihan kelas


                                      

     
       Tak disangka, antusiasme peserta didik terhadap event ini sangat tinggi. Banyak dari mereka berlomba-lomba untuk mendaftarkan diri demi mewakili kelasnya masing-masing. Para pemenang dari lomba ini akan dipilih menjadi wakil dari SMPN 52 Jakarta menuju tingkat lomba yang lebih tinggi dalam bidangnya masing-masing.

Kamis, 01 Agustus 2013

Libur Idul Fitri

Libur Idul Fitri


No           : 1621 / 073.554 

Lampiran : - 

Perihal     : Pemberitahuan 


Jakarta, 31 Juli 2013


Kepada Yth,

Orang tua peserta didik

kelas VII, VIII, dan IX

di tempat.


Dengan hormat,

Puji syukur senantiasa kita panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, mudah – mudahan Bapak / Ibu selalu dalam Lindungan-Nya.Selamat menjalankan Ibadah Puasa bagi yang menjalankannya, semoga segala amal Ibadahnya diterima oleh Allah SWT, amin…
Menjelang Hari Raya ‘Idul Fitri 1434 H, maka kami perlu memberitahukan kepada Bapak / Ibu orang tua peserta didik bahwa :

1. Libur menjelang Hari Raya ‘Idul Fitri mulai tanggal 1 Agustus 2013.
2. Masuk kembali ke sekolah pada tanggal 17 Agustus 2013,untuk melaksanakan upacara hari Kemerdekaan Republik Indonesia dan Halal bi Halal ( seragam Putih – Biru ).
3. Pentingnya Bapak / Ibu untuk mendampingi dan mengawasi putra-putrinya dalam belajar dirumah selama libur.

Seluruh Keluarga Besar SMP Negeri 52 Mengucapkan “ Selamat Hari Raya ‘Idul Fitri 1434 H”, Mohon Maaf Lahir dan Bathin.

Demikianlah surat pemberitahuan ini kami sampaikan, atas perhatian dan kerja samanya kami mengucapkan terima kasih yang sebesar – besarnya.




                                                                               Kepala SMP Negeri 52 Jakarta



                                                                                      Drs. S u d a r t o, MM
                                                                                  NIP. 196210211988031005

MOPDB Tahun Ajaran 2013/2014



MOPDB Tahun Ajaran 2013/2014

Oleh : Iqbal Taufikurrahman





 Kegiatan MOPDB untuk Tahun Ajaran 2013/2014 di SMPN 52 Jakarta usailah sudah. Kegiatan yang berlangsung mulai tanggal 15 - 17 Juli 2013 ini bertujuan agar peserta didik baru mengerti dan mengetahui tentang lingkungan sekolah, peraturan-peraturan yang diterapkan, visi dan misi, kedisiplinan serta fungsi sosial sebagai perkenalan antar individu.


Pada hari pertama MOPDB, kegiatan ini diawali dengan Apel pembukaan MOPDB oleh kepala sekolah. Kemudian dilanjutkan dengan perkenalan PJ (penanggung jawab) OSIS, wali kelas, pengenalan lingkungan, visi misi dan cara belajar. Pada hari kedua, peserta didik diajak untuk mengetahui tata krama, yel-yel khas SMPN 52, berbagai macam kegiatan ekstra kurikuler, kegiatan OSIS, dan riang ria. Lalu di hari terakhir, peserta didik diajak untuk mengetahui profil sekolah dan mengerjakan test. Kegiatan MOPDB  ini kemudian ditutup dengan pelepasan atribut MOPDB oleh setiap peserta didik & ditandai dengan pemukulan gong oleh kepala sekolah.

Kepada kelas VII tahun ajaran 2013-2014 kami mengucapkan, "Selamat Datang di SMPN 52 Jakarta!" Semoga peserta didik baru ini bisa menunjukkan prestasinya demi kejayaan sekolah kita tercinta. "Lima Puluh Dua, Jaya!"


Rabu, 03 Juli 2013

Juara Pencak Silat Tingkat Nasional

Juara Pencak Silat Se-Indonesia

    Lagi-lagi SMPN 52 Jakarta meraih medali kemenangan di ajang Perlombaan Pencak Silat Se-Indonesia Event Perlombaan Pencak Silat UNJ Open II yang dilangsungkan selama 6 Hari dari tanggal 21 Juni - 26 Juni yang di adakan di Fakultas Olahraga UNJ di Rawamangun ini di ikuti kira-kira 1000 orang yang berdatangan dari dalam Jakarta maupun luar Jakarta, dari pelajar SD, SMP dan SMA. Hebatnya para pesilat dari SMPN 52 Jakarta ini dapat merebut gelar 4 Medali sekaligus, pelatihan intensif selama 3 bulan terakhir benar benar bisa memberikan kontribusi perbendaharaan prestasi non akademik SMPN 52 Jakarta.


Para jawara jawara yang menjadi duta SMPN 52 adalah: 
1. Adin Mahendra; Kelas H Putra SMP Meraih Medali Perak
2. Dzulfahmu Abyan; Kelas B Putra SMP Meraih Medali Perak
3. Hana Zhafira; Kelas H Putri SMP Meraih Medali Perak
4. Muhammad Haviansyah; Kelas K Putra SMP Meraih Medali Perunggu


Merekalah para atlet Pencak Silat dari SMPN 52 Jakarta yang mengharumkan nama SMPN 52 Jakarta, memang tidak ada dari mereka yang mendapat medali emas, tapi dengan semangat latihan yang tinggi tiada yang tak mungkin karena hidup adalah perjuangan. 
Semoga para penerus mereka dapat melanjutkan tradisi juara SMPN 52 Jakarta
Amin


Minggu, 30 Juni 2013

Juara 2 se Jabodetabek

Juara 2 se Jabodetabek



    Setelah memenangkan lomba paduan suara dan tari daerah se Jakarta Timur dalam pentas Seni 2012, lagi lagi SMPN 52 menang Juara 2 dalam lomba formasi barisan se - Jabodetabek. Kendatipun banyak wajah wajah baru yang tampil ikut serta dalam lomba ini, Kopasbar tetap meraih piala kemenangan demi mengharumkan nama sekolah kita tercinta. 



    Sabtu, 3 November 2013, Kopasbar SMPN 52 Jakarta harus puas menempati posisi juara ke 2 setelah SMPN 195 dalam lomba formasi barisan se Jabodetabek di SMKN 41 Pasar Minggu. Kopasbar SMPN 52 tidak hanya menyabet gelar juara 2 tetapi juga mendapatkan juara danton (komandan Pleton) terbaik. Pleton yang dipimpin oleh Firda IX-1 berangkat ke sekolah pada pagi hari jam 5:30 dengan di dampingi oleh ibu Wiwit dan mr. Ronaldi. 
Nama nama peserta didik yang mewakili SMPN 52 Jakarta dalam lomba formasi barisan dalam vibration   41 adalah sebagai berikut:
1. Firda Oktaviani Putri
2. Nazila Fitria
3. Windy Widiawati
4. Krisyuniarti
5. Refine Paramesti
6. Nabila Kusumawati
7. Adinda Rossilianah
8. Monika Sri Wahyuni
9. Della Vinka Safitri
10. Laras Setyawita
12. Lindri Monita
13. Salsabilla Fisyari
14. Reynara Isaura
15. Aida Nurfaizah
16. Gadis
Untuk menambah semangat & membantu pasukan yang berlaga di lapangan SMKN 41, Pasukan Komando Pengibar SMPN 52 juga di dukung oleh officials dan supporter dari kelas VII di antaranya adalah :
1. Andrew Nibras
2. Firma Fernando
3. Bagas
4. Dea Vinka
5. Arhaisya Alaskayana
6. Kezya Faza Indira
7. Rifdah
8. Marsya
9. Azizah
10.
11.
12.
   Semoga generasi penerus SMPN 52 bisa mempertahankan & meningkatkan prestasi baik di bidang akademik maupun non akademik. Merah putih teruslah kau berkibar!