Thursday, March 31, 2016

GERAKAN LITERASI SEKOLAH


LATAR BELAKANG
Membaca-menulis (literasi) merupakan salah satu aktifitas penting dalam hidup. Sebagian besar proses pendidikan bergantung pada kemampuan dan kesadaran literasi. Budaya literasi yang tertanam dalam diri peserta didik mempengaruhi tingkat keberhasilan baik di sekolah maupun dalam kehidupan bermasyarakat.
Tidak berlebihan kiranya Farr (1984) menyebut bahwa “Reading is the heart of education”. Bagi masyarakat muslim, pentingnya literasi ditekankan dalam wahyu pertama Allah kepada Nabi Muhammad SAW, yakni perintah membaca (IQRA’) yang dilanjutkan dengan ‘mendidik melalui literasi’ (‘ALLAMA BIL QALAM).
Sedangkan dalam kaitannya dengan menulis, Hernowo (2005) dalam bukunya “Mengikat Makna” menyebut bahwa menulis dapat membuat pikiran kita lebih tertata tentang topik yang kita tulis, membuat kita bisa merumuskan keadaan diri, mengikat dan mengonstruksi gagasan, mengefektifkan atau membuat kita memiliki sugesti (keyakinan/ pengaruh) positif, membuat kita semakin pandai memahami sesuatu (menajamkan pemahaman), meningkatkan daya ingat, membuat kita lebih mengenali diri kita sendiri, mengalirkan diri, membuang kotoran diri, merekam momen mengesankan yang kita alami, meninggalkan jejak pikiran yang sangat jelas, memfasihkan komunikasi, memperbanyak kosa-kata, membantu bekerjanya imajinasi, dan menyebarkan pengetahuan.

UNESCO (1996) mencanangkan empat prinsip belajar abad 21, yakni:
(1)  Learning to think (belajar berpikir)
(2)  Learning to do (belajar berbuat)
(3)  Learning to be (belajar
(4)  Learning to live together (belajar hidup bersama)
Keempat pilar prinsip pembelajaran ini sepenuhnya didasarkan pada kemampuan literasi (Literary skills).
Apa Itu Gerakan Literasi Sekolah?
Gerakan Literasi Sekolah adalah sebuah gerakan penyadaran literasi yang dimulai dari lembaga pendidikan.
 Siapa Sasaran Kegiatan Ini?
Gerakan Literasi Sekolah mengajak semua pihak untuk terlibat dalam usaha penyadaran budaya literasi, yakni:
·          Sekolah, sebagai lembaga yang menjadi tempat pelaksanaan gerakan
·          Guru, sebagai tenaga pendidik dan teladan bagi siswa
·          Siswa, sebagai sasaran utama gerakan
·          Pemerintah Daerah (Dinas Pendidikan), sebagai pembuat kebijakan
·          Yayasan penyelenggara pendidikan, sebagai pembuat kebijakan
·          Pengelola Perpustakaan, sebagai pusat kegiatan baca-tulis
·          Perusahaan, sebagai penyumbang buku melalui program CSR
·          Media Massa, sebagai saluran informasi masyarakat

Bagaimana Bentuk Kegiatannya?
Gerakan Literasi Sekolah adalah sebuah program intervensi pembudayaan literasi yang tepat, mudah dilaksanakan, dilakukan secara sistemik, komprehensif, merata pada semua komponen sekolah, berkelanjutan, dan dikelola secara profesional oleh lembaga yang kredibel.
Adapun kegiatan yang akan dilakukan dalam Gerakan Literasi Sekolah ini adalah?
· Seminar dan Workshop
Seminar dilakukan di sekolah peserta GERAKAN LITERASI SEKOLAH, sekaligus sebagai launching project. Peserta dalam kegiatan seminar literasi ini adalah perwakilan penyelenggara sekolah, pimpinan sekolah, guru, dan siswa. Seminar dilaksanakan selama satu hari.
Workshop dilakukan secara berkala untuk meningkatkan kemampuan literasi warga sekolah peserta gerakan. Sasaran peserta workshop bervariasi bergantung pada materi workshop. Adapun materi workshop yang ditawarkan adalah:
a.  Teknik-Teknik Membaca Efektif
b.  Menulis Dasar (Basic Writing) untuk siswa SD
c.  Menulis Kreatif Terstruktur dengan Pendekatan Jurnalisme Sastrawi, untuk siswa SMP, SMA, dan Guru
d.  Workshop bagi pustakawan, dilakukan secara kolektif dengan sekolah peserta yang lain
e.   Workshop penerbitan buku, menghadirkan pakar penulisan dan penerbit.
f.   Workshop jurnalistik dan manajemen media, untuk redaksi majalah sekolah.

· Program Membaca Rutin di Sekolah
Program Membaca Rutin di Sekolah (Sustained Silent Reading) atau disingkat SSR adalah strategi intervensi membaca yang telah digunakan oleh negara-negara maju dalam membudayakan dan meningkatkan kemampuan siswa dalam membaca. Program ini merupakan program yang krusial untuk menjamin terciptanya kebiasaan dan budaya membaca pada warga sekolah.
Program ini telah diujicobakan di SMA Negeri 5 Surabaya dengan hasil yang sangat memuaskan. Hanya dalam waktu kurang dari 2 (dua) bulan siswa SMAN 5 Surabaya telah membaca 1851 buku novel dari target 3000 buku dalam setahun. Program ini telah diulas di Koran Jawa Pos dan Koran Surya (5 Oktober 2012).
· Pengembangan Perpustakaan Sekolah
Program ini ditujukan untuk membantu perpustakaan sekolah dalam menambah koleksi buku bacaan bermutu. Program pengembangan mencakup penambahan koleksi buku, maupun inovasi lain untuk mendekatkan siswa kepada perpustakaan misalnya melalui kegiatan perpustakaan kelas.
Adapun program peningkatan koleksi perpustakaan dilakukan dengan dua cara, yakni (1) secara internal melalui kegiatan One Student One Book (OSOB) melibatkan siswa/orang tua untuk menyumbang buku kepada perpustakaan, dan (2) secara eksternal melalui kegiatan sumbangan buku yang diberikan oleh perusahaan (sebagai CSR) atau penerbit.
· Lomba Literasi (Membaca – Menulis)
Lomba literasi dilakukan untuk semakin menumbuhkan kebutuhan membaca-menulis kepada warga sekolah. Lomba literasi bisa diintegrasikan dengan kegiatan sekolah seperti pada peringatan Bulan bahasa. Lomba diadakan pada tingkat sekolah (antar siswa) maupun pada tingkat daerah (antar sekolah).
Beberapa jenis kegiatan lomba literasi yang bisa dilakukan antara lain: speed reading contest, comprehensive reading contest, story telling competition, essay competition, book review competition, poetry contest, dan magazine competition.
· Jumpa Penulis & Bedah Buku
Kegiatan jumpa penulis (meet the author) ditujukan untuk memotivasi peserta Gerakan Literasi Sekolah untuk menjadi penulis sukses. Penulis yang dihadirkan adalah penulis buku bermutu dan terkait dengan dunia pendidikan / pengembangan diri siswa.
Bedah buku adalah kegiatan mengeksplorasi dan mengapresiasi pesan dari suatu buku. Program ini menghadirkan penulis buku tersebut dan ahli yang kompeten dengan bidang terkait isi buku.
· Pemberian Penghargaan
Pemberian penghargaan ini dilakukan melalui kegiatan bertajuk Literacy Award, yakni sebuah program pemberian penghargaan kepada pihak-pihak yang dinilai berpartisipasi dan berperan baik secara langsung maupun tidak, dalam usaha penyadaran literasi bangsa melalui Gerakan Literasi Sekolah ini.
Sasaran penerima Literacy Award adalah sekolah secara kelembagaan, guru/tenaga pendidik, siswa, perusahaan peduli literasi, dan perorangan yang telah berpartisipasi. Penghargaan berupa piagam penghargaan dan dana pembinaan untuk peningkatan kesadaran literasi lebih lanjut. Kegiatan ini dilaksanakan berkala bertepatan dengan Hari Pendidikan Nasional.
Pameran Buku

Pameran buku (book expo) adalah kegiatan bazar buku yang bekerja sama dengan penerbit atau toko buku. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan penghargaan siswa dan masyarakat terhadap karya tulis, yang pada akhirnya secara kumulatif akan memotivasi penulis untuk semakin berkarya.

JADWAL UJIAN NASIONAL (UN) TAHUN AJARAN 2015/2016

NO
HARI/TANGGAL
JAM
WAKTU
MATA PELAJARAN
1
SENIN, 9 MEI 2016
07.30 - 09.30
120 MENIT
BAHASA INDONESIA
2
SELASA, 10 MEI 2016
07.30 - 09.30
120 MENIT
MATEMATIKA
3
RABU, 11 MEI 2016
07.30 - 09.30
120 MENIT
BAHASA INGGRIS
4
KAMIS, 20 MEI 2016
07.30 - 09.30
120 MENIT
ILMU PENGETAHUAN ALAM

Wednesday, March 23, 2016

SHOLAT DHUHA BERJAMAAH

Mulai semester dua/genap, Januari tahun 2016, Kepala SMPN 52 yang baru - Ibu Dra. Hj. Nailul Fauziyah M.Pd - memprogramkan  Sholat Dhuha berjamaah dan. Program Kegiatan pembiasaan ini dimaksudkan untuk meningkatkan keunggulan peserta didik dalam keimanan dan ketakwaan sesuai dengan visi misi SMPN 52. Sasaran program ini adalah seluruh Warga SMPN 52, baik mulai dari kelas 7,8,9 bahkan guru, TU dan Karyawan. Kegiatan ini dicanangkan untuk diselenggarakan setiap minggu ke 1 dan 3. Program Kegiatan ini dimulai dengan acara tadarus kemudian zikir lalu puncaknya adalah sholat dhuha, dan sekali waktu disisipkan ceramah singkat dari beberapa undangan atau tamu.


Warga SMPN 52 tampak antusias dalam melaksanakan kegiatan ini, pada awalnya kegiatan atau acara tadarus dan zikir dibimbing oleh para guru. Namun seiring dengan perjalanan waktu kegiatan tersebut sekarang sudah dapat dilakukan/dibawakan oleh peserta didik. Kegiatan ini disengggarakan mulai dari pukul 06.30 sampai dengan 7.40 dan dilakukan dilapangan sekolah. Para anggota OSIS dan Rohis tampak semangat membantu pelaksanaan kegiatan ini baik mulai dari persiapan hingga pasca kegiatan.

Dengan melakukan kegiatan pembiasaan ini, seluruh warga sekolah terutama peserta didik mendapatkan kesempatan untuk sholat sunnah berjamaah,mengikat ukhuwah islamiyah, membangun karakter islami, dan meningkatkan disiplin, ketertiban, keimanan dan ketakwaan.



Sementara itu, bagi peserta didik yang non muslim melalukan kegiatan kebaktian di kelas.


Monday, March 21, 2016

JADWAL UJIAN SEKOLAH KELAS IX TAHUN 2015/2016

JADWAL UJIAN SEKOLAH 2016

NO
HARI / TANGGAL
JAM
KE
WAKTU
MATA PELAJARAN
1
Senin,
28 – 03 - 2016

1
2


07.30-09.30
10.00-11.30


BAHASA INDONESIA
PENDIDIKAN AGAMA

2
Selasa
29 – 03 - 2016
1
2

07.30-09.30
10.00-11.30

MATEMATIKA
P Kn
3
Rabu
30 – 03 - 2016
1
2

07.30-09.30
10.00-11.30

BAHASA INGGRIS
I P S
4

Kamis,
31 – 03 - 2016
1
2

07.30-09.30
10.00-11.30

I P A
T I K
5
Jumat
1 – 04 - 2016
1
2

07.30-09.00
09.30-11.00

SENI BUDAYA DAN KESENIAN
P L K J

Sunday, March 20, 2016

SMP NEGERI 52 MENERIMA ANUGRAH SEBAGAI SEKOLAH BERINTEGRITAS TINGGI

MENDIKBUD-Anies Baswedan Mengajak Kepala Sekolah Menyampaikan Pesan Integritas ke Seluruh Tanah Air


Setiap tahun, ujian nasional (UN) digelar untuk mengukur ketercapaian hasil belajar di sekolah. Nilainya dipakai untuk pemetaan pendidikan di Tanah Air dan menjadi salah satu acuan perbaikan. Setiap tahun pula, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) mengukur indeks integrasi sekolah penyelenggara UN. Indeks ini mencerminkan tingkat kejujuran sekolah dan siswa saat ujian berlangsung.
Di penghujung tahun lalu, Kemdikbud mengeluarkan daftar 503 sekolah dengan indeks integritas UN tertinggi dan konsisten selama enam tahun. Para kepala sekolah dari 503 institusi jenjang SMP dan SMA sederajat itu pun diundang ke Jakarta untuk menerima penghargaan dari Mendikbud Anies Baswedan dan disaksikan langsung oleh Presiden Joko Widodo. Salah satu sekolah tersebut yang mendapat penghargaan sebagai sekolah yang berintegritas tinggi adalah SMP NEGERI 52 Jakarta.

Sebanyak 503 kepala sekolah/madrasah untuk jenjang SMP dan SMA sederajat menerima anugerah integritas Ujian Nasional (UN) dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan pada hari Ahad (20/12/2015) di Jakarta. Dengan mengambil tema “Prestasi Penting, Jujur Yang Utama”, acara pemberian anugerah ini akan berlangsung selama tiga hari,dari tanggal 20 sampai dengan 22 Desember 2015. Pada hari kedua, Senin (21/12/2015) kepala sekolah/madrasah tersebut akan diterima Presiden RI Joko Widodo di Istana Negara. Selanjutnya, mereka akan diterima pimpinan baru KPK pada hari Selasa (22/12/2015) di kantor KPK.
Anies Bawesdan dalam sambutannya mengatakan melalui acara seperti ini diharapkan dapat memotivasi para kepala sekolah yang lain untuk meningkatkan integritas dalam pelaksanaan UN. Melalui acara ini, diharapkan juga terjadi perubahan pola pikir.
“Mulai sekarang, kita harus mengubah pola pikir dan cara pandang kita bahwa berprestasi saja tidak cukup, harus diikuti dengan integritas yang tinggi. Oleh karena itu yang mendapatkan anugerah adalah mereka yang memiliki integritas tinggi”, ucap Anies yang malam itu memakai baju batik lengan panjang.
Sampai saat ini, tambah Anies, kita sudah 70 tahun merdeka. Mereka yang menyusun dan merintis kemerdekaan Indonesia adalah kaum terdidik yang visioner dengan integritas yang tinggi. Mereka yang menyusun konstitusi, memiliki kesempatan untuk mengambil sebanyak-banyaknya kekayaan dari negeri ini. Tetapi mereka tidak melakukannya. Bahkan diantara mereka ada yang tinggal di daerah Menteng, tetapi harus meninggalkan Menteng karena tidak kuat bayar pajak.
Jadi negara Indonesia ini dibangun dengan konsep yang sangat modern. Berbeda dengan negara-negara lain yang membangun kemerdekaan dengan mengusir kolonialisme asing, namun tetap mempertahankan feodalisme lokal. Oleh karena itu, sekarang menjadi tanggungjawab kita untuk mengembalikan negeri ini kepada negeri yang berintegritas.
Anies juga menjanjikan mulai sekarang indeks integritas UN akan diumumkan ke publik. Sebab tuntutan untuk meningkatkan integritas bukan dari siapa-siapa, tetapi tapi dari seluruh pihak.
“Bagi alumni yang sekolahnya belum masuk ke dalam daftar 503 penerima anugerah integritas, tolong tanyakan dan minta supaya UN tahun 2016 bisa masuk ke dalam daftar penerima anugerah intigeritas”, pesan Anies yang langsung disambut dengan tepuk tangan peserta.
Pada akhir sambutannya, Anies mengajak para kepala sekolah/madarah penerima anugerah integritas untuk menyampaikan pesan pentingnya integritas dalam pelaksanaan UN ke seluruh tanah air.
“Mari kita sama-sama mengirimkan pesan ke seluruh wilayah Indonesia. Jangan sungkan untuk menyampaikan pesan integritas ini. Tunjukan bahwa sekolah kita sekolah yang punya semangat untuk berintegritas, namun tetap berprestasi”, ungkapnya.

Metode analisis
Terkait dengan metode yang digunakan dalam melakukan anaisis indeks integritas, Anies dalam paparannya menjelaskan, ada dua jenis kecurangan, yaitu kecurangan individual dan kecurangan massal. Kecurangan individu dilakukan dengan melihat jawaban teman di dalam satu ruang. Kecurangan massal terjadi di ruangan dengan dibantu pihak lain, termasuk pengawas. Dari dua jenis kecurangan ini, yang sering terjadi adalah kecurangan massal.

Untuk melakukan analisis kecurangan, ada dua metode, yaitu pairwise dan metode kumulatif. Pada metode pertama, analisis dilakukan dengan membandingkan satu individu dengan indiviodu lainya. Pada metode kedua, analisis dilakkan dengan menganalisa keseragaman pola jawaban yang salam dalam satu sekolah. Kejujuran sulit diukur, tetapi kecurangan bisa diukur.
Hasil analisis dijadikan empat kuadran. Kuadran pertama adalah kelompok dengan indek integritas tinggi dan nilai UN tinggi. Kuadran kedua adalah kelompok dengan indeks integritas tinggi, tetapi nilai UN rendah. Kuadran ketiga adalah kelompok dengan indeks integritas rendah dan nilai UN tinggi. Terakhir, kuadran keempat adalah kelompok dengan indeks integritas rendah dan nilai UN rendah.
“Para kepala sekolah yang berada pada kuadran satu bisa merasa lega dan bersyukur, tetapi mereka yang berada pada kuadran empat, memiliki kewajiban menjelaskan kepada orang tua murid dan peserta didik”, ungkap Anies seraya menambahkan sekolah yang memiliki integritas tinggi lebih banyak dari sekolah swasta daripada sekolah negeri. (BS) “”
Tahun ini untuk pertama kalinya pada pelaksanaan Ujian Nasional (UN) tidak hanya prestasi yang menjadi ukuran keberhasilan, tetapi juga nilai integritas yang diterapkan sekolah. Bahkan, pemerintah menilai sebaik apa sekolah mempersiapkan para siswanya dalam menghadapi ujian hingga berhasil lulus hingga melihat proses pelaksanaan UN itu sendiri, apakah dilaksakan dengan jujur atau curang demi mendongkrak nilai siswa.
Pemikiran ini mendorong Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) memupuk dan menumbuhkan nilai integritas dalam diri siswa dan sekolah, terutama dalam pelaksanaan UN. Tahun ini, 503 kepala sekolah dari berbagai daerah di Indonesia pun mendapat anugerah khusus dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) atas prestasi mereka dalam menjaga integritas sekolah. Tidak tanggung-tanggung, para kepala sekolah tersebut konsisten menegakkan indeks integritas pada pelaksanaan UN selama lima tahun terakhir.
"Apresiasi tinggi kepada Ibu Bapak Kepala Sekolah. Semoga pengakuan yang kami berikan kepada Bapak ibu menjadi semangat untuk semakin dalam menanamkan akar-akar integritas dalam sekolah yang Ibu Bapak pimpin," ujar Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Anies Baswedan dalam keterangan tertulis yang diterima Okezone, dalam rangkaian acara pemberian penghargaan bagi kepala sekolah berintegritas, tadi malam.
Sebelumnya ada sekira 80 ribu sekolah dan madrasah yang diseleksi. Anies juga mengajak para kepala sekolah agar tidak malu menunjukkan ketidaksukaannya pada tindakan curang.
"Tunjukkan bahwa pengkhianatan terhadap integritas tidaklah wajar dan tidaklah dapat dimaklumi, terlebih lagi bagi dunia pendidikan," ujarnya.
Integritas sendiri, kata Anies, merupakan dasar dari karakter moral. Sehingga ketika integritas tersebut goyah maka runtuhlah segala karakter moral lainnya.
"Menumbuhkan integritas sebagai prinsip yang kokoh dalam diri siswa sama halnya dengan memastikan masa depan Indonesia yang bersih di tangan calon pemimpin bangsa," tandasnya.

Upacara dengan Kanit Bintibmas Jakarta Timur, senin 21 Maret 2016

Sehubungan dengan tugas pelayanan dan bimbingan Bintibmas (Pembinaan Ketertiban Masyarakat), Polres Jakarta Timur malakukan serangkaian pembinaan kepada sekolah-sekolah di lingkungan Jatinegara. Syukur Alhamdulillah, SMP Negeri 52 mendapatkan kesempatan menerima kunjungan dari Kanit Bintibmas Polres Jakarta Timur-Ibu Wasiyem. Beliau bertindak sebagai Pembina Upacara pada hari Senin 21 Maret 2016 dalam amanatnya, Ibu Wasiyem membacakan pesan-pesan dari Kapolres Jakarta Timur. Secara garis besar amanat atau pesan-pesan tersebut memuat kewaspadaan masyarakat dan khususnya warga SMPN 52 agar terhindar dari kenakalan remaja, seperti tawuran, intimidasi,pelecehan, kebut-kebutan, serta bullying. Beliau juga menyampaikan bahaya aliran-aliran sesat yang berkedok kegiatan keagamaan dan bahaya Narkoba. 

Seluruh siswa dan guru sangat antusias dengan kehadiran Ibu Wasiyem yang didampingi dengan Aiptu Habib Winarno. setelah upacara Ibu wasiyem dan Bapak Habib Winarno menyempatkan diri beramah tamah dengan guru-guru SMPN 52.